SDN Kebundadap Timur I Gelar Upacara Bendera Rutin di Hari Senin 21 April



SDN Kebundadap Timur I menggelar kegiatan rutin upacara bendera pada Senin, 21 April, pukul 06.30 di halaman sekolah. Upacara ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.


Bapak Dulmuhni, S.Pd.SD bertindak sebagai pembina upacara, memberikan pengarahan dan motivasi kepada siswa untuk terus meningkatkan prestasi dan karakter baik. Maulana, siswa kelas 4, memimpin jalannya upacara dengan percaya diri dan sigap.



"Hari ini kita memperingati hari Kartini, yang merupakan sosok perempuan yang sangat dibanggakan di Indonesia. Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April, hari ini. Maka dari itu khususnya semua siswi perempuan ini wajib meneladani apa yang di cita-citakan oleh ibu kita Kartini. Perempuan perempuan indonesia pada zaman penjajahan Belanda itu tidak boleh pintar, mereka tidak bisa membaca maupun menulis. Karena para perempuan tidak boleh mengikuti pendidikan pada zaman itu. Para perempuan Indonesia baru pertama kali bisa mengikuti dan merasakan pendidikan yaitu pada saat ibu kita Kartini mendirikan sekolah di lingkungan kerajaan." Tutur Bapak Dulmuhni, S.Pd.SD


"Maka dari itu kita harus bersyukur, semoga perjuangan ibu Kartini tidak sia sia. Kalian sebagai siswa harus meneladani sikap ibu Kartini. Tidak hanya siswa perempuan, yang laki-laki juga wajib meneladaninya." Lanjut Bapak Dulmuhni, S.Pd.SD


Dalam upacara ini, beberapa siswa terpilih untuk menjalankan tugas-tugas penting. Noval membawa teks Pancasila untuk dibacakan oleh pembina upacara. Ofi, Melinda, dan Raudha bertugas sebagai petugas pengibar bendera Merah Putih.




Dian membacakan tata upacara dengan lancar, sementara Safna membacakan UUD 1945 dan Flo membacakan Janji Siswa dengan penuh semangat. Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dinda.


Cinta bertugas sebagai drigen panduan suara, memimpin seluruh peserta upacara dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah upacara selesai, kegiatan ditutup dengan salim atau cium tangan yang sudah rutin dilaksanakan di SDN Kebundadap Timur I. 


Salim atau cium tangan itu sendiri merupakan budaya dalam Islam, khususnya di Indonesia sebagai bentuk penghormatan dan adab kepada yang lebih tua, ulama, dan guru karena mengandung nilai kerendahan hati dan kebaikan. Siswa dan siswi Kebundadap Timur I sudah lama menerapkan budaya ini.




Kegiatan upacara bendera ini berjalan dengan lancar dan tertib, menunjukkan semangat dan kekompakan seluruh warga sekolah. Upacara ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang lebih baik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan.

Posting Komentar untuk "SDN Kebundadap Timur I Gelar Upacara Bendera Rutin di Hari Senin 21 April "